Keesokan harinya mereka tiba di pos simaksi sekitar pukul empat sore karena sudah terlalu sore mereka memutuskan akan mendaki keesokan harinya, di malam itu mereka menginap di dekat pemukiman warga adzan subuh sudah berkumandang di hari itu "ayo kita pergi shalat dulu biar nanti gak tersesat" celetuk Abdul, Catur yang masih mengantuk waktu itu malah menjawab biarin aja tersesat hantu disana cantik-cantik mendingan tidur aja entar malah kecapekan
Satrio yang mendengar ucapan catur dengan sedikit emosi menjawab hus jangan ngomong sembarangan di gunung pamali entar kejadian baru tau rasa jangan diulangi lagi bro ayo yul kita shalat dulu ajak satrio kepada yuli, yulipun enggan berangkat shalat alasannya masih capek akhirnya hanya Satrio dan Abdul saja yang pergi untuk menunaikan shalat subuh Sekembalinya dari mushola mereka segera menyiapkan keperluan untuk mendaki pagi itu sekitar pukul delapan mereka mulai melakukan pendakian
![]() |
| perjalanan pendakian keempat sahabat |
Sesaat setelah itu yuli merasakan kram di kakinya aduh kakiku seperti kram, saat satrio hendak menolong yuli sepintas ia melihat seperti rambut yang menempel di sepatu yuli kemudian terbang "Ya Tuhan" teriak satrio tak lama kemudian terdengar suara ketawa kuntilanak hiih teriak mereka bereempat tuh apaan tanya yuli sepertinya kamu nginjek rambut kuntilanak yul tuh lihat kakimu merah-merah seperti kena cakaran makanya tuh kalau di gunung jaga sikap dan omongan kalian jawab satrio ah kamu nakut-nakutin aja sat sahut yuli aku gak bercanda yul abdulpun membenarkan ucapan satrio memang benar yul kata orang kalau ada bekas cakaran seperti itu padahal nggak dicakar apa-apa tuh tanda-tanda nginjek rambut hantu yul, ah kalian ini nakut-nakutin aja ayo berangkat lanjutkan perjalanan lagi ajak yuli kepada teman-temannya sambil nyari tempat untuk ibadah shalat maghrib catur yang mendengar hal itu sontak tertawa terbahak-bahak tumben kamu yul ngajakin shalat maghrib biasanya ngajakin mabok hahaha....merekapun bergegas melanjutkan pendakian mereka
Di jalur itu mereka melewati hutan yang sangat rimbun saat siangpun suasananya gelap seperti ketika malam hari mereka menelusuri hutan yang rimbun itu hingga sampailah mereka pada batas vegetasi dari hutan itu dan tibalah mereka pada suatu padang rumput yang tidak begitu luas suasana di padang rumput itu tampak sangat sepi barulah mereka sadar kalau sekarang mereka sedang tersesat, gimana nih apa kita balik kepersimpangan jalan yang ada petunjuk jalan tadi terus kita ikuti jalur kanan yang ada tulisan basecamp tanya satrio kemudian mereka sepakat untuk kembali ke persimpangan jalan, setelah mereka kembali menelusuri hutan yang rimbun itu ternyata mereka kembali lagi di tempat padang rumput
Hingga mereka tiba di hutan yang di sekelilingnya terdapat pepohonan yang sangat rimbun yuk kita berhenti disini dulu langit udah gelap kita ngecamp disini sekalian shalat maghrib ajak satrio ayo kita gelar tikar dan shalat dulu baru kita dirikan tenda ketika mereka hendak melaksanakan ibadah shalat terdengar suara babi-babi hutan menghampiri mereka
Abdul : Gimana nih kayaknya babi-babi hutan itu pingin nyerang kekita
Catur : Lempar aja tuh babi-babi pake batu
Satrio : Kita lempar roti aja ke arah yang berbeda biar mereka berebut makanan kalau dilempar pake batu yang ada malah mereka nyerang kekita terus kita lanjutin perjalan kita nyari tempat lain untuk ngecamp
kemudian mereka melempar roti-roti ke arah yang berbeda setelah babi-babi itu berebut roti mereka segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu dalam hati yuli udah memiliki firasat yang buruk
Yuli : Aduh perasaanku kok gak enak ya seperti ada yang menghalangi kita untuk shalat
Catur : Palingan juga kamu yul yang disamperin kuntilanaknya kan kamu yang nginjek rambutnya
Abdul : Tur ati-ati kalau bicara kita ditengah hutan lo tur
Tidak lama setelah itu terdengar suara kuntilanak yang terdengar pelan
Satrio : Eh!!! kalian dengar enggak
Abdul,Catur dan Yuli : Iya dengar!!!!
Abdul : Kata orang kalau suaranya pelan atau terdengar jauh berarti.......
Catur,Satrio,Yuli : Dekat yuk kabur.....
Satrio tetap pada barisan paling belakang agar mereka tidak terpencar mereka lari hingga di tempat yang mereka anggap aman jauh dari jangkauan kuntilanak, Kita lanjutin perjalanan aja sat sampai ketemu tenda pendaki lain terus kita ngecamp bareng disitu ujar yuli iya kita lanjutin aja perjalanan daripada ada apa-apa jawab satrio mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga terlihat ada dua tenda di depan mereka Alhamdulillah ucap mereka dengan sedikit lantang
![]() |
| dua tenda terlihat oleh ke-empat sahabat |
sesampainya di tenda itu mereka bertemu dengan pendaki lain yang berjumlah lima orang yang kesemuanya laki-laki merega salung bertegur sapa ternyata mereka pendaki asal surabaya dan mereka dalam perjalanan turun bukan perjalan menuju puncak seperti mereka (summit ) setelah mereka berempat ngobrol dengan pendaki asal kota surabaya itu mereka meminta ijin untuk mendirikan tenda di dekat mereka dan berencana summit setelah subuh
karena sudah terlalu lelah mereka berempat lupa tidak melaksanakan shalat isya' sampai keesokan harinya mereka bangun kesiangan sekitar pukul setengah enam hingga lewatlah waktu subuh, sewaktu terbangun mereka segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan untuk summit mereka sedikit tergesa-gesa karena bangun kesiangan setelah berkemas mereka tidak sempat berpamitan dengan pendaki asal kota surabaya itu karena mereka masih tertidur sedang keempat sahabat ini bangun kesiangan, pagi itu tampak cerah perjalanan summit mereka terlihat menyenangkan tanpa ada hambatan sampailah mereka dipuncak gunung sekitar pukul delapan pagi yuk kita foto-foto dulu disini setelah itu ngopi-ngopi dulu ajak catur kepada sahabat-sahabatnya merekapun terlihat sangat terkagum melihat pemandangan yang begitu indah lukisan panorama Maha Karya Sang Pencipta perhiasan semesta yang tampak begitu indah dan sempurna hingga waktu tak terasa hari itu sudah siang mereka memutuskan untuk kembali ke basecamp sekitar pukul sebelas siang
ketika mereka melakukan perjalanan turun tibalah mereka di persimpangan jalan dan dipersimpangan itu terdapat petunjuk arah yang bertuliskan arah kanan basecamp sedang arah kiri bertuliskan aku tersesat disini karena penasaran catur mengajak temannya melalui arah kiri
Catur : Nih petunjuk jalan kok aneh masak orang tersesat bisa nulis disini tuh tulisan aku tersesat disini kita lewat kiri aja jangan kekanan kemungkinan lebih cepat jalur ini pasti jalur kiri jalur yang biasa dilewati petugas masak orang tersesat kok nulis disini tulisan itu pasti agar para pendaki tidak melewati jalur petugas yang bisa menghambat perjalanan mereka
Satrio : jangan tur kita lewat kanan aja ikuti aja petunjuk jalan entar kalau tersesat beneran gimana
Catur : nggak bakalan deh siapa tahu di jalur itu ada tambang emas yang ditambang sama para petugas biar nggak ketahuan makanya mereka nggak ngijinin kita lewat di jalur itu kan lumayan kalau kita bisa ngambil dikit-dikit
Satrio : kalau gitu kita voting aja kalau menurut Abdul sama Yuli gimana
Yuli : ya ada benernya juga tuh sicatur masa orang tersesat bisa nulis disini namanyakan nggak tersesat wong dia kembali lewat kekiri aja itung nglatih jiwa petualang kita
Abdul : iya sat kita lewat kiri aja apa ya siapa tahu itu memang jalan pintas kan lumayan kalau memang bisa nyampek ke basecamp lebih cepat mulai kemarin kita nggak shalat sama sekali kalau nyampe basecamp lebih cepet kitakan bisa segera bersih-bersih untuk mengganti shalat yang kita tinggalkan
Satrio : kalau shalat kan kita nggak usah nunggu di basecamp dulu Dul
Abdul : pakaian dan celanaku udah kotor Sat nggak bawa ganti rasanya nggak enak mau ibadah kalau kondisi kotor gini
Satrio : ya udah deh kalau kalian mutusin gitu kita lewat kiri aja tapi kalau ada apa-apa aku nggak tanggung jawab ya
Oke jawab mereka bertiga
akhirnya keempat sahabat itu memutuskan lewat jalur kiri yang jelas-jelas arah yang menunjukan aku tersesat disini
![]() |
| gambar petunjuk jalan |
Di jalur itu mereka melewati hutan yang sangat rimbun saat siangpun suasananya gelap seperti ketika malam hari mereka menelusuri hutan yang rimbun itu hingga sampailah mereka pada batas vegetasi dari hutan itu dan tibalah mereka pada suatu padang rumput yang tidak begitu luas suasana di padang rumput itu tampak sangat sepi barulah mereka sadar kalau sekarang mereka sedang tersesat, gimana nih apa kita balik kepersimpangan jalan yang ada petunjuk jalan tadi terus kita ikuti jalur kanan yang ada tulisan basecamp tanya satrio kemudian mereka sepakat untuk kembali ke persimpangan jalan, setelah mereka kembali menelusuri hutan yang rimbun itu ternyata mereka kembali lagi di tempat padang rumput
Catur : lo kok kembali kesini lagi
Abdul : iya mana hari udah mau gelap lagi
Satrio : kita ngecamp disini aja dulu kita cari lagi jalan menuju basecamp, ini semua keputusan kita ya jangan saling menyalahkan
Yuli : aduh perasaanku kok gak enak ya
Catur : udah tenang yul kita dirikan tenda dulu
mataharipun sudah tenggelam suasana disekitar mereka sudah terlihat gelap hari itu hawanya sangat dingin mereka menyalakan api unggun untuk menghangatkan badan dan untuk menerangi suasana yang gelap disekeliling mereka, keempat sahabat itu sudah sangat lelah karena seharian penuh mereka berjalan tanpa istirahat malam itu sekitar pukul 09.00 malam ketika mereka sudah mulai tertidur terdengar suara wanita menangis kemudian mereka terkejut karena mendengar suara itu dan merekapun terbangun "kalian dengar nggak" tanya yuli "ya dengar" jawab ketiga sahabatnya
Catur : siapa nih yang baterainya hpnya belum habis kita dengerin murotal aja siapa tahu suaranya ilang
Yuli : bateraiku udah habis mulai kemarin
Abdul : bateraiku sudah habis juga kalau punyamu sat
Satrio : aku nggak bawa hp takut ilang udah jangan dihirauin entar juga ilang
tak selang lama mereka melihat sesosok wanita berbaju putih terbang diatas mereka
Catur : wah udah gak benernih
Yuli : yuk kita jalan lagi
Abdul : ayok daripada terjadi yang enggak-enggak
Satrio : gimana nih masak kita kemasi tendanya
Yuli : ya iyalah daripada kita dipindahin kealamnya
Abdul : Hus jangan ngomong sembarangan lagi yul
yuk-yuk kita berkemas mereka saling mengajak untuk segera meninggalkan tempat itu suara rintihan itu tetap terdengar mereka segera berjalan meninggalkan tempat itu tanpa arah yang jelas hingga mereka memasuki area vegetasi yang sangat rimbun mereka memutuskan untuk beristirahat yang di sekeliling mereka terdapat semak belukar hanya beralaskan tikar tanpa mendirikan tenda karena saking lelahnya mereka



0 komentar:
Posting Komentar